Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2011

Cicil Emas di Pegadaian

cicil emas di pegadaian bisa jadi alternatif buat yang pengen beli LM dengan sistem cicil karena ga punya duit langsung seabrekan. di pegadaian kita bisa beli LM dengan sistem cicil minimal 4 bulan maksimal 18 bulan denegan marrgin 1% perbulan. syaratnya cuma pake KTP and siapin uang DPnya. perhitungan DPnya gmn c gw gak ngerti yah tapi untuk margin tambahannya itu sekitar 1% per bulan. lumayan yah kalo cicilnya lama sampe 18 bulan bisa kena 18% jadi lumayan mahal, kalo mau gak kena biaya terlalu mahal maka pilihan cicilannya yang semakin sebentar.
beli emas di pegadaian ini ga bisa cash, karena barnagnya ga ready stock biasanya sebulan baru ada. selain itu belinya gak bisa cash, bisa sih cash tapi tetep kena margin 3 % sama ma cicilan 3 bulan jadi mendingan dicicilkan?
beli emas dengan dicicil ini juga jadi salah satu alternatif buat ibu-ibu boros and ga bisa nyimpen uang macam gue. jadi tiap tanggal tagihan mau gak mau kita harus bayar cicilannya, jadi kita udah kayak punya tagihan yang musti dibayar tetapi di akhir cicilan kita udah punya emasnya.

Kamis, 07 Juli 2011

INVESTASI EMAS

Zamannya jahiliyah belum tahu namanya investasi saya males beli emas karena kayaknya riweuh. Dan waktu itu juga belum ngerti emas itu bisa jadi sarana investasi dalam bentuk emas batangan atau LM. Tahunya emas itu Cuma dipake buat perhiasan, dank arena ga terlalu suka pake perhiasan (ini dulu yaah). Dulu kalo suami liat toko emas and nyuruh gw milih, gw malees gitu deh dan harganya yang ga jelas takut pilih yang gw suka ntar tahunya berlian smua dan harganya mahal, jadi gw lebih suka beli gadget daripada dibliin perhiasan. Tapi kalo sekarang c kayaknya cincin and gelang yang dipake temen itu lucu-lucu yaah (kemana aja deh gw) tapi sayang suami kok ga pernah nawarin beli perhiasan lagi yah? *mintadigetok*
Sejak mulai mengikuti beberapa kuliah di twitter tentang emas (follow @endykurniawan @ahmadgozali) mulai ngerti deh untuk investasi ke emas. Awalnya c ngerti dulu pentingnya investasi dengan ikut kuliah twit dari FP kayak @aidilakbar @safirsenduk @mrshananto. Mari mulai sedikit-sedikit belajar investasi. Jadi awal pertama saya beli dinar. Awal tahun 2010 harganya kalo ga salah 1,4jutaan sekarang 1 tahun udah 1,8jutaan aja deh. Nyesel ga beli banyak tuh di awal (kayak orang tajir aja). Dari beli dinar itu saya tahu ada namanya m-dinar atau tabungan dinar. Jadi kita masukan tabungan tapi dalam nominal dinar. Pembukaan awal minimal 0,25 dinar dan selanjutnya minimal 0,1 dinar. Jadi kita gak musti ngumpulin duit banyak dulu supaya bisa beli satuan keeping dinar tapi dengan m-dinar kita bisa ngumpulin mulai 0,1 dinar atau sekarnag sekitar 180rban. Kalau mau rutin investasi perbulan dengan jumlah nilai investasi yang pas-pasan m-dinar ini bisa jadi pilihan.
Setelah setahun mulai pake m-dinar ini kok rasanya pengen diversifikasi ke LM yah. Soalnya si LM ini bentuknya lebih banyak diterima dimana-mana ga kayak dinar. Kalo dinar ga semua toko emas mau beli kalo kita jual. Jadilah mulai cari informasi tentang beli LM. Di beberapa agen dinar ada juga yang jual LM seperti di @salma_dinar. Berulang kali udah mau beli disana ternyata kok selalu gak jodoh, dari yang duitnya ga bisa ditransfer di hari yang sama lah atau stok yang dimau habiis. Akhirnya kemaren iseng2 masuk ke pegadaian di salah satu mall di bogor. Pegadaian ada di mall aja sekarang yah jadi lebih gampang deh. Tanya-tanya tentang LM ternyata bisa beli disana dengan dicicil selama minimal 3 bulan dan maksimal 18 bulan. Dan margin perbedaannya untuk cicilan dengan masa tertentu itu tidaklah terlalu besar. Yaa itung2 kita sewa safety box dan duitnya bisa diputer dulu selama waktu itu. (macam pebisnis aja bisa muter duit padahal mah tumplek di tabungan atau emang ga ada duit buat beli langsung emasnya :D). tentang beli emas di pegadaian ntar gw bikin tulisan sendiri yah 
Apa c perbedaan LM dan dinar?banyak yang nanya nih kalo gw cerita tentang investasi emas. Bahkan ada yang Tanya LM itu apa?:D . jadi kalo gw rangkum perbedaaanya itu sebgaai berikut
1. Bentuk fisik
Kalo LM atau logam mulia atau emas batangan itu bentuknya kayak batang (ya iyalah namanya juga emas batangan) dan beratnya bermacam-macam dari 1 gram sampai 1000gram. Makin kecil makin mahal harganya. kalo dinar dia berbentuk koin emas ada tulisan arabnya emasnya 4,25 gram. Kalo dinar ini biasnaya sertifikatnya warna hijau kalo LM itu sertifikatnya warna putih
2. Pasar
LM ini bisa didapatkan dimna aja selain di antam dan agen LM juga di toko emas banyak yang jual sementara dinar dia hanya bisa didapatkan di agen-agen tertentu dan ada komunitas tertentu yang saling jual beli dinar.
Jadi kerugian menggunakan dinar adalah kalo kita mau jual bisa jadi ga bisa jual di toko emas biasa karena ga semua toko emas mau terima dinar tapi kalo kita bisa jual ke komunitas pengguna dinar ga ke agennya kita bisa dapet harga lebih mahal. Biasanya margin harga jual dan beli itu sekitar 4% kalo kita jual ke pengguna dinar langsung kit abisa kasi margin 1% jadi mereka bisa beli 1% lebih murah dari harga jual di agen. Keuntungan dinar adalah harga patokannya seragam sama di semua agen. Kalo LM kita bisa beli dimana aja tapi tentunya harganya suka ga seragam jadi kita harus punya patokan harga hari itu jangan ampe jual terlalu murah kalo jual kemahalan c yah gak appa yah :)
3. Nilai gadai
Karena dinar ini dianggap perhiasan jadi nilai taksirnya lebih rendah dari LM. Kalo LM katanya bisa sampai 90% kalo dinar paling 70-80% aja.
Itu c kurang lebih perbedaannya tapi sebenernya mah sama aja kalo buat investasinya. Tinggal dinar hitunganya sama untuk tiap keeping kalo LM makin besar gramnya makin murah tapi makin susah jualnya Karen ga bisa dengan mudahnya dibagi. Katanya kalo mau enak invest LM itu yang beratnya sekitar 10 gram aja..tapi itu katanya c :D
Jadi menurut saya emas bisa dijadiin salah satu instrument investasi karena cukup menjanjikanlah dengan risiko lebih kecil dibanding diinvest ke reksadana atau saham. Risikonya paling risiko kehilangan aja jadi kalo kita bisa meminimalkan risiko kehilangan misalnya dengan sewa safety deposit box di bank insya Allah bisa merasakan manfaatnya investasi emas.tapi dengan investasi emas jangan mengharapkan kaya mendadak yah soalnya nilai investasinya paling 25% per tahun. jadi kalo mau invest untuk mendapat hasil yang sangat besar jangan pilih emas sebagai instrument investasi. Emas bisa jadi pilihan sebagai instrument untuk mempertahankan nilai uang kita.

FINANCIAL PLANNING PART 2---INVESTASI


Setelah saya tulis tentang asuransi jiwa (ntah kapan itu gw tulis) sekarang mau nulis tentang investasi. Zaman dulu gw tahunya investasi itu kalo beli rumah, tanah atau bisnis. Mungkin karena itu yang menjanjikan keuntungan yang besar tapi dengan modal yang besar tentunya. Setelah follow beberapa FP seperti @aidilakba @mrshananto gw baru terbuka matanya bahwa ada produk investasi lain yang bsia kita gunakan dengan dana yang lebih kecil yaitu investasi di emas atau di reksadana.
Tujuan dari investasi ini macem-macem bisa buat sekolah anak, naik haji, pension, dana liburan dan lain-lain. Jadi sebelum memulai berinvestasi kita musti menentukan ‘TUJUAN LOE APA?” ini kalo kata lidwina hananto. Setelah kita tentukan tujuan investasinya apa baru kita pilih instrumennya.
Nah yang mau saya bahas di sini adalah kesotoy-an saya tentang produk investasi emas dan reksadana. Ini asli hasil pengertian saya tentang investasi di dua instrument tersebut jadi kalo ada yang slah dan ada yang tahu lebih benar tolong dikoreksi ya 
Pertama tentang reksadana. Banyak yang belum tahu reksadana itu apa. Gw belajar reksadana ini hasil baca-baca di blognya aidilakbar dan di portal reksadana. Jadi reksadana ini adalah sebuah produk dimana kita akan memasukan uang kita untuk dikelola bersama-sama oleh manajer investasi. Uang yang kita masukkan itu hitungannya dengan menggunakan satuan tertentu seperti membeli saham. Tapi bedanya kalo di reksadana ini manajer invesasi yang akan memilih instrument mana yang digunakan untuk megelola uang kita, jadi kita tinggal duduk manis dan menyaksikan bagaimana nilai uang kita berkembang setelah dikelola oleh manajer investasi. Jelas gak sih pengertian begini, jelimet yah…maafkan ga bisa menjelaskan dengan bagus. Jadi kalo kita beli reksadana kita akan mendapat nilaiaktiva bersih (NAB). Kalo baru dibuka nilainya sekitar Rp 1000,- makin bertambah lama kalo performa bagus maka NABnya bisa meningkat. Salah satu reksadana yang performanya oke itu sekarang NABnya bisa Rp30.000-50.000,-. Jadi kebayang donk yang dulu beli pas awal 1000 sekarang nilanya sudah 50 kali lipat.
Reksadana ini ada macem-macem jenisnya. Berdasarkan alokasi dimana investasi reksadana itu dimasukan ada 3 macam reksadana ada reksadana pasar uang, reksadana campuran dan reksadana saham. Alokasi dana sesuai dengan namanya yaitu di pasar uang, saham atau setengah-setengah.
Invest di reksadana ini sudah bisa dimulai dengan Rp 100.000,- tapi ini berlaku untuk yang autoinvest sementara yang beli putus setahu saya minimal Rp 500.000,- belum nemu reksadana yang bisa beli putus di bawah nominal itu.
Selama ini pengalaman beli reksadana di bank Biasakaya and bank mandisendiri. Pertama beli di mandisendiri tapi ternyata ampe detik ini hampir 1 tahun statemennya belum sampe ke tangan saya dan laporan per bulannya juga ga pernah megang sama sekali  so saya jadi males beli disana belum ditambah antrinya. Sekarang saya biasa beli reksadana di bank biasakaya. Di bank biasakaya ini kita bisa start dengan buka tabungan dan nanti sudah otomatis dikasi key untuk internet banking. Beli reksadananya bisa langsung online dengan diskon fee 50% (diskon fee loh ini bukan diskon reksadananya). Beli reksadana di bank biasa kaya ini lebih enak karena ada laporan tiap bulan di kirim ke rumah dan kita bisa pantau langsung dari internet bankingnya.
Menurut saya reksadana ini cukup menjanjikan yah untuk instrument investasi dengan modal kecil, sayang banget banyak yang belum kenal reksadana sayang aja mereka nabung uangnya kena inflasi harusnya reksadana bisa jadi pilihan. Tapi kayaknya males belajar reksadana yah dan males ribet pergi ke bank yang gak biasa mungkin. Tapi sebenernya ga ribet kok. Sedikit ribet pas buka tabungan aja mungkin kalo mau beli di bank biasakaya tapi si bank ini udh banyak cabangnya dimana2 jadi lebih mudah.
© ME AND MINE 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis